Minggu, 06 November 2011

Tulisan Hati ( Untuk Suamiku....)


Bismillah.....



fajar merona dengan keanggunannya...,
embun pagi membasahi gugurnya daun – daun yang berjatuhan di taman
sayup – sayup terekam dalam kalbu yang kusam...
masa silam hanyalah satu penggalan dari sebuah bagian...




ia kan menjadi kesan bagi setiap hati yang memberikan simpati...
dan ia kan menjadi sebuah penghargaan bagi nurani yang tulus untuk menerima keberadaannya...


benar saja hari kemarin telah berbeda dengan hari ini....
dulu semuanya hampa dan hambar terasa sepi...
berbeda dengan kini...,



kemarin hanya ada titisan kelam,
hanya ada air mata luka tak tertawarkan...
hanya ada percaya bagi jiwa yang lama mengekang jati dirinya....
untuk sebuah asa yang dianggap begitu berharga bagi sang pemilik nantinya....



namun smuanya berubah ketika kau datang...
hati yang tulus yang menawarkan sebuah janji suci dalam ikatan...
tiada ragu kau tuturkan penuh dengan tujuan dan harapan untuk memuliakan...



Cinta...
kaulah simfoni yang indah...
yang mampu menggetarkan seluruh tubuh & jiwaku yang sempat merapuh...
kaulah bait – bait puisi yang mendalam
dalam setiap alunan tinta hitamku tertorehkan..


ku coba berkata padamu duhai cintaku...:

“ cinta adalah sebuah kemegahan bagi setiap insan, ia ada karena-Nya, dan ia sederhana dalam mengemas air mata, tapi tidak dalam rasa ”



lalu kau pun tersenyum,
penuh kasih, kau bisikkan lirih dalam dekapmu
“ jangan pernah tinggalkan aku...., jangan pergi dari hatiku”
pintamu tulus sungguh ku rasa dalam jiwaku...




apa kau tahu cinta?
sebelum kau berkata tentang apa yang kau rasa...
sungguh ingin ku jaga semua raga dan jiwa yang telah kau persembahkan istimewa bagiku yang sederhana....


dan di dalam singgasana penuh berkah ini kan ku dengarkan janjimu...
dan kan kusaksikkan bersama jiwa bernyawa yang berbahagia untuk kita
bahwa kau telah berada di sisiku...
hari ini, esok dan selamanya...
hingga maut kan menjemput ajal kita berdua …



terima kasih cinta...,
terima kasih karena telah kau labuhkan perahu layarmu dalam dermaga yang telah lama ku jaga...,
dan ku nantikan kedatangannya....




dan biarkanlah dunia dan seisinya kan menjadi saksi kita
saksi cinta kita berdua...
dimana kau dan aku berbeda...
namun kita kan selalu bersama untuk saling melengkapinya...:)








Ratih Septiana



Net Blogger II
Friday 21/ 05/ 10
8.53 am

Jumat, 14 Oktober 2011

Jingga "berselimut" Biru....


Bismillah......




begitu kelu aku- ku...
aku tidak tahu, apa yang membuat malam ini begitu bisu...
sekalipun kepekaan itu tengah membaca hatiku kini...


cahya bulan terpancar indah..
kemenangan dengan sebuah ketenangan...
yg belum aku miliki...

air mata telaga rindu...
bernaungkan putih harap kasih ...
terurai di sepanjang jalan kisah...

ku buka lembaran pengertianku...

..........................
jingga yang mungkin tak lagi merona...
namun tepian merahnya.. selalu menggoda...
ia tak membuatku terlena...
tapi dia tahu.... aku mencintainya...

namun lukaku....
terlanjur mengering bersamanya biru ...
dengan seutas tali cita dan cintaku yg terbatas dan hampir tak berbalas..


bingkai bingkai yg menyempurnakan perjalanan...
menyejukkan kegersangan...
menjaga dalam engah nafas keletihan..
tapi semua mampu meluluh lantahkan keutuhan...


sungguh...
aku cinta.....
meski luka....
namun kehidupan pena bersama dengan bait namanya...

dan ketika bersemi...
iramanya kan seimbang tiada sumbang..
yang nanti... akan ku jadikan cerita...
....sebuah Cinta tentang jingga yg berselimut Birunya....senja.



dengan air mata.....,


Ratih. Septiana
white_rose
Al farouq Home


Sabtu, 15 Oktober 2011
12. 17 am

Minggu, 03 Juli 2011

Ini Aku.....yang Sebenarnya.....


Bismillah.....


membacamu....
seperti meraba bebatuan samudera dan karang di dalamnya
dan perlahan...dengan lembut air membasahinya...

menemukanmu....
bagaikan mengais mutiara di lautan lahar yang membakar...


memahamimu...
layaknya mengerti malam - malam yang tiada selalu berbintang dan berbulan...



smua Indah...
bernafas lembut dengan halusnya perasaan, dengan tulusnya pengertian..


ketiadaan dari sebuah kebahagiaan itu menjadikan tali erat untuk selalu dekat dengan-NYA ..
dengan penuh keluruhan...

semoga ketidaksempurnaan menjadi sebuah kedewasaan...
dimana realisasi alam tindakan akan dipenuhi oleh kebijakkan..

garis tegas di depan...
tentu akan berbeda dengan rajut halus yang berada di dalam..

karena yang indah itu tersimpan dalam diam..
dan karena ketulusan itu akan terbayar mahal oleh kesadaran...





Ratih Septiana
white_rose
Tawakal

Sabtu, 2 Juli 2011
23. 45 wib